
Satu Lagi, Keahlian Anggota Dewan
Friday, September 28, 2007
Beberapa hari yang lalu, masih waktu mudik di kampung, aku sempet lihat metro tv yang lagi ngebahas tentang satu keahlian baru anggota dewan. Ya, memang nggak baru-baru amat sih, tapi sudah sempet jadi habit mereka selama enam tahun terakhir ini.
Ya, bener banget ! :D
Suka telat dan kadang suka malas menghadiri Rapat Paripurna DPR dan kalaupun datang juga kesannya Cuma buat ngisi daftar hadir doang, atau jangan – jangan ada juga yang nitip tanda tangan absent doang :D . Dan ironisnya kita semua ngebayar mereka untuk itu. “ Apa Kata Dunia ? ” (Meminjam kata-kata Kang Dedi Mizwar) atau kata-kata anak muda jaman sekarang “ Cape’ Deh ! ”.
Emang capek kalau kita mikirin kebiasaan anggota dewan yang semakin lama semakin aneh dan nggemesin itu. Mestinya mereka yang harusnya mikirin kita. Nah ini kebalikkannya. Seakan-akan mereka itu butuh untuk diperhatikan lebih besar dari pada mereka harus memperhatikan kita yang sudah jelas sebagai amanat buat mereka pikirkan.
Kata ketua badan kehormatan DPR sih faktornya lebih disebabkan pada masalah psikis, karena mereka sudah capek nggarap RUU yang tinggal disahkan pada rapat paripurna tersebut. Jadi mungkin menurut sebagian dari mereka, mereka sudah nggak perlu lagi untuk hadir pada Rapat Paripurna meski mereka dibayar untuk itu. Wong Cuma tinggal pengesahannya saja, kataanya. Dan parahnya bukan hanya satu, dua anggota dewan saja yang berpikiran seperti itu, hingga menyebabkan suasana ruangan rapat kosong melompong, meski sesekali terlihat tanda-tanda kehidupan di sana.
Kayaknya rakyat Indonesia udah teramat ngeh bahkan sangat ngeh sekali malahan dalam memahami dan menjunjung tinggi falsafah “ Balaslah kejahatan orang lain dengan kebaikanmu ” sehingga kondisi ini dijadikan kesempatan buat maling-maling besar untuk tumbuh dan berkembang biak di negeri tercinta ini. Kalaupun ketangkep juga paling di penjara dua tahun, dapet makan gratis pula, masih untunglah mereka. “Dua tahun ? alah kecil ! ” katanya, meminjam kata-kata Cak Nun, “Pirowene wong mok rong taun wae, digawe sholawatan bareng-bareng lak yo ora keroso” (alah wong cuma dua tahun saja, dibuat sholawatan bareng-bareng kan ya nggak terasa ). Dan sayangnya falsafah ini agaknya kurang bersahabat bagi saudara-saudara kita yang malingnya tanggung, macam ; maling ayam, copet dan kawan-kawan, mereka bakalan jadi bulan-bulanan massa kalau sampai ketahuan.
Alah, yo wes lah. Nggak usah dipikirin, walau mesti harus dipikirkan. Udah, kita serahin saja masalah ini kepada Badan Kehormatan DPR yang salah satu dari tugas mereka tak lain adalah memperbaiki kinerja anggota dewan yang semakin lama makin nggemesin. Yang penting kita sekarang masih tetep berusaha menjunjung tinggi falsafah tadi, meski sebagian dari mereka udah bikin ulah, alangkah baiknya kita balas dengan kebaikan kita, dalam hal ini kita cuma bisa mendoaakan mereka agar mereka lekas sadar dan ingat akan tugas dan kewajibannya serta dihilangkannya kebiasaan buruk mereka; tidak tidur lagi saat siding, tidak telat lagi dan selalu hadir dalam rapat-rapat yang sudah diagendakan. Amin !.
Mohon maaf kalau ada kesalahan.
Labels: unek-unek















