
Hijrah Yuk !
Thursday, January 10, 2008
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nisa’-100)
Pada dasarnya, disadari atau tidak, setiap hari sebenarnya kita berhijrah. Cuma permasalahannya kemana hijrah kita ? kepada sesuatu yang lebih baik atau sebaliknya, kepada sesuatu yang lebih buruk.
Konsep berhijrah yang di tanamkan Nabi Muhammad jelas menuju kepada sesuatu yang lebih baik, tentunya bukan baik secara lahiriyah saja tetapi tetap di barengi dengan bertambah baiknya kualitas bathiniyah kita.
Tentunya kita masih ingat peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad beserta umatnya yang sekarang kita peringati sebagai Tahun Baru Hijriyah. Mereka secara lahiriyah berhijrah, berpindah, migrasi atau apa pun jenis istilah pembingung masyarakat. Mereka berpindah dari Makkah-tempat yang pada saat itu dipandang kurang mendukung untuk dakwah islam pada waktu itu ke Madinah-tempat yang dipandang lebih bisa menerima dakwah islam pada waktu itu. Tapi perlu di ingat bahwa hijrahnya Nabi ke Madinah bukan karena takut dengan ancaman orang-orang kafir ataupun di usir oleh mereka, tapi semata-mata karena perinta Allah SWT. Disamping secara lahiriyah mereka berhijrah, secara bathiniyah merekapun di uji dengan segala pengharapan yang bermacam-macam dari setiap individu. Bathin mereka berperang dengan kebutuhan nafsu mereka pada waktu itu. Banyak diantara mereka yang hijrah benar-benar karena Allah SWT, tetapi tidak sedikit pula yang berhijrah karena harta, rumah, wanita atau apa pun segala macam bentuk kesenangan dunia.
Sejak kecil kita sudah ditanamkan bahwasanya barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka dia termasuk orang yang celaka. Pertanyaannya sekarang. Sudahkah hari-hari kita lebih baik dari hari-hari kemarin ?
Sejak kecil pula kita sudah ditanamkan, bahwasanya. Sebaik-baik manusia adalah orang yang diberi umur panjang dan bertambah banyak amal baiknya dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang diberi umur panjang tapi jelek amalnya. Satu lagi; Sebaik-baik manusia adalah mereka yang hidupnya banyak bermanfaat bagi orang lain. Pertanyaannya sama; Seberapa banyak amal kebaikan yang sudah kita lakukan dalam rentan jatah umur kita ? Seberapa banyak keburukan yang sudah kita lakukan?. Dan Sebarapa banyak hidup kita bisa bermanfaat bagi orang lain.
Tahun baru merupakan salah satu titik bertambahnya umur kita yang sekaligus suatu titik berkurangnya jatah umur yang diberikan Allah kepada kita. Ibarat orang bepergian naik pesawat sudah mau sampai bandara, kalau naik kereta sudah mau sampai stasiun, kalau naik bus sudah mau sampai terminal, dan kalaupun naik kapal sudah mau sampai dermaga. Kita semua sadar bahwa sebenarnya kita semua calon; kalau Calon menantu belum tentu, Calon istri tidak mesti, calon president pun apa lagi. Tapi calon mati sudah pasti.
Selamat Tahun Baru Hijriyah 1429, Semoga dalam menjalani tahun ini kita selalu berkelimpahan kasih sayang dan cinta-Nya, sehingga dalam menjalani kehidupan kita selalu mendapatkan bimbingan dan petunjuk-Nya dan pada akhirnya kita pun mendapatkan keridhoan-Nya. Amin!
Sambut hari anda dengan penuh semagat, senyum dan kebahagiaan yang berlimpah.
Pada dasarnya, disadari atau tidak, setiap hari sebenarnya kita berhijrah. Cuma permasalahannya kemana hijrah kita ? kepada sesuatu yang lebih baik atau sebaliknya, kepada sesuatu yang lebih buruk.
Konsep berhijrah yang di tanamkan Nabi Muhammad jelas menuju kepada sesuatu yang lebih baik, tentunya bukan baik secara lahiriyah saja tetapi tetap di barengi dengan bertambah baiknya kualitas bathiniyah kita.
Tentunya kita masih ingat peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad beserta umatnya yang sekarang kita peringati sebagai Tahun Baru Hijriyah. Mereka secara lahiriyah berhijrah, berpindah, migrasi atau apa pun jenis istilah pembingung masyarakat. Mereka berpindah dari Makkah-tempat yang pada saat itu dipandang kurang mendukung untuk dakwah islam pada waktu itu ke Madinah-tempat yang dipandang lebih bisa menerima dakwah islam pada waktu itu. Tapi perlu di ingat bahwa hijrahnya Nabi ke Madinah bukan karena takut dengan ancaman orang-orang kafir ataupun di usir oleh mereka, tapi semata-mata karena perinta Allah SWT. Disamping secara lahiriyah mereka berhijrah, secara bathiniyah merekapun di uji dengan segala pengharapan yang bermacam-macam dari setiap individu. Bathin mereka berperang dengan kebutuhan nafsu mereka pada waktu itu. Banyak diantara mereka yang hijrah benar-benar karena Allah SWT, tetapi tidak sedikit pula yang berhijrah karena harta, rumah, wanita atau apa pun segala macam bentuk kesenangan dunia.
Sejak kecil kita sudah ditanamkan bahwasanya barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka dia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka dia termasuk orang yang celaka. Pertanyaannya sekarang. Sudahkah hari-hari kita lebih baik dari hari-hari kemarin ?
Sejak kecil pula kita sudah ditanamkan, bahwasanya. Sebaik-baik manusia adalah orang yang diberi umur panjang dan bertambah banyak amal baiknya dan sejelek-jelek manusia adalah orang yang diberi umur panjang tapi jelek amalnya. Satu lagi; Sebaik-baik manusia adalah mereka yang hidupnya banyak bermanfaat bagi orang lain. Pertanyaannya sama; Seberapa banyak amal kebaikan yang sudah kita lakukan dalam rentan jatah umur kita ? Seberapa banyak keburukan yang sudah kita lakukan?. Dan Sebarapa banyak hidup kita bisa bermanfaat bagi orang lain.
Tahun baru merupakan salah satu titik bertambahnya umur kita yang sekaligus suatu titik berkurangnya jatah umur yang diberikan Allah kepada kita. Ibarat orang bepergian naik pesawat sudah mau sampai bandara, kalau naik kereta sudah mau sampai stasiun, kalau naik bus sudah mau sampai terminal, dan kalaupun naik kapal sudah mau sampai dermaga. Kita semua sadar bahwa sebenarnya kita semua calon; kalau Calon menantu belum tentu, Calon istri tidak mesti, calon president pun apa lagi. Tapi calon mati sudah pasti.
Selamat Tahun Baru Hijriyah 1429, Semoga dalam menjalani tahun ini kita selalu berkelimpahan kasih sayang dan cinta-Nya, sehingga dalam menjalani kehidupan kita selalu mendapatkan bimbingan dan petunjuk-Nya dan pada akhirnya kita pun mendapatkan keridhoan-Nya. Amin!
Sambut hari anda dengan penuh semagat, senyum dan kebahagiaan yang berlimpah.
2 Comments:
Hello I just entered before I have to leave to the airport, it's been very nice to meet you, if you want here is the site I told you about where I type some stuff and make good money (I work from home): here it is
commented by
barb michelen, February 7, 2008 3:05 PM
barb michelen, February 7, 2008 3:05 PM
Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk Blogspot dengan installasi mudah. Salam!
http://www.lintasberita.com/Lokal/Hijrah_Yuk_/
http://www.lintasberita.com/Lokal/Hijrah_Yuk_/
















